By | Desember 21, 2020

Jika dulu serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya dianggap hanya menyerang orang tua maka sekarang hal tersebut berbeda. Sekarang, semakin banyak anak muda menderita penyakit jantung karena pengaruh gaya hidup terutama konsumsi makanan tidak sehat dan stres yang semakin tinggi. Selain itu, faktor keturunan juga semakin meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Tanda-Tanda Penyakit Kardiovaskular yang Umum Terjadi

Meskipun penyakit kardiovaskular atau jantung seringkali menyerang secara tiba-tiba namun bukan berarti Anda tidak akan menunjukkan tanda-tandanya lebih dulu. Meskipun samar tapi banyak orang merasakan beberapa gejala sebelum dokter mendiagnosis mereka menderita penyakit kardiovaskular. Jika Anda tertarik, berikut beberapa contoh tanda-tanda yang dilansir dari situs kesehatan SehatQ.

  1. Gejala penyakit kardiovaskular

Perempuan dan laki-laki kerap memiliki gejala yang berbeda jika mengalami masalah pada jantungnya. Jika laki-laki cenderung merasakan nyeri di dada maka perempuan biasanya hanya mengalami rasa tidak nyaman di dada kemudian dibarengi dengan sesak napas dan gejala lainnya.

Meskipun berbeda tapi umumnya gejala penyakit ini adalah nyeri dada, sesak napas, mati rasa dan kedinginan jika pembuluh darahnya menyempit. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menemukan penjelasan yang lebih lengkap di direktori penyakit SehatQ. Disana Anda tidak hanya bisa menemukan penjelasan mengenai berbagai gejala penyakit kardiovaskular tapi juga penyakit lainnya.

  1. Mengalami gangguan pada jantung

Penyakit kardiovaskular atau jantung memang dikenal sebagai pembunuh tersembunyi sebab banyak yang tidak pernah didiagnosis menderita penyakit tersebut. Meskipun begitu Anda tetap harus berhati-hati terutama jika muncul gangguan di jantung seperti dada terasa seperti ditekan (angina), stroke hingga serangan atau gagal jantung.

  1. Irama jantung yang tidak normal

Irama jantung yang abnormal sering disebut sebagai aritmia. Penyakit ini ditandai dengan jantung yang berdebar terlalu cepat atau terlalu lambat. Bahkan, ada juga yang detak jantungnya tidak teratur. Selain irama jantung, biasanya penderitanya juga mengalami berbagai gejala seperti sesak napas, pusing, kepala terasa ringan hingga kehilangan kesadaran (pingsan).

  1. Cacat jantung bawaan

Gejala ini cukup sulit diprediksi karena biasanya baru diketahui ketika anak memasuki usia di bawah lima tahun bahkan terkadang dewasa tergantung dari tingkat keseriusannya. Jika penyakitnya tidak serius biasanya penderita hanya akan merasa mudah lelah, kehabisan napas atau mengalami pembengkakan di pergelangan tangan ketika berolahraga atau menjalani aktivitas yang berat.

Sementara itu, untuk cacat jantung bawaan yang serius biasanya bisa diketahui saat bayi baru lahir. Gejala umum yang terjadi adalah kulit yang tampak berwarna kebiruan (sianosis), sesak napas saat menyusui, berat badan sulit naik serta pembengkakan di area perut, kaki dan sekitar mata.

  1. Gejala akibat kelemahan otot jantung

Jika baru dalam tahap awal biasanya tidak ada gejala yang serius. Namun, kondisinya bisa saja memburuk sehingga menimbulkan berbagai gejala baru. beberapa gejala yang umumnya timbul adalah sesak napas saat istirahat maupun beraktivitas, kelelahan, detak jantung yang tidak beraturan, pusing dan pembengkakan di bagian kaki.

Penyakit Mematikan Kedua di Tanah Air

Anda mungkin kurang begitu familiar dengan beberapa gejala yang dijelaskan di atas. Oleh sebab itu, ada baiknya jika Anda melihat direktori penyakit dan meneliti gejala yang Anda rasakan agar Anda lebih paham tentang penyakit yang mungkin Anda derita. Meskipun gejalanya terlihat tidak berbahaya namun sebaiknya Anda tidak mengabaikannya begitu saja.

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Bahkan menurut data dari WHO, sekitar 13,5% dari total kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler terutama jantung koroner. Di Indonesia saja penyakit ini merupakan pembunuh kedua setelah stroke sehingga sebaiknya Anda lebih sering menjaga kesehatan jantung sendiri.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan cek kesehatan secara teratur. Sebab, seiring dengan bertambahnya usia dan pola hidup yang tidak sehat akan semakin meningkatkan risiko penyakit jantung seperti serangan jantung dan sebagainya. Dengan pemeriksaan rutin setidaknya Anda akan tahu sejak awal sehingga Anda bisa mendapat perawatan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *